Daftar Film Dan Series Paling Disukai Sepanjang Hidup!

Nonton jadi satu hiburan yang paling menggembirakan buatku sedari dulu sampai sekarang di periode pandemi. Action, Adventure, Sci-Fi, dan romance (namun yang super sedih) adalah genre film dan series yang aku suka. Dan aku paling anti nih kalau nonton film horor sama thriller ! Karena menyeramkan dan membuatparno setelahnya, haha! Kalau pun saya nonton horor atau thriller niscaya alasannya adalah paksaan temen-temen buat nobar! Hahaha. Dan telah pasti temen di sampingku dikala tonton film horor atau pun thriller akan jadi samsak karena ku pukul-pukul terus! Hahahha, buat temen-temenku yang sudah pernah jadi samsam selama nobar horor atau pun thriller, I am sorry! Nah, sepanjang saya nonton film-film dan series selama ini, paling tidak ada tiga film dan dua series yang aku suka banget alasannya adalah lesson learned dan emosi yang dibangun hingga-sampai bisa mengoyak-ngoyak perasaan. Freedom Writer Film ini ku tonton dikala kuliah, Mungkin 2009/2010, dan ceritanya masih terbayang hingga sekarang. Bahkan term "freedom writer" seakan menjadi semangat untuk membebaskan diri dengan goresan pena-goresan pena. Dulu, mimpinya superti itu, I wanna to be a freedom writer, means I can write anything to be free. Ya tapi, eksekusinya dikala ini belum sesuai ekspektasi ya, hehe. Btw, film ini menceritakan kisah neat usaha Erin Gruwell, seorang guru di New Port Beach, AS untuk membangkitkan lagi semangat Anak didiknya untuk berguru. Murid-murid Erin unik, mereka adalah bawah umur yang tabrak antar Geng karena problem perbedaan ras. Hingga karenanya Erin meminta seluruh muridnya untuk menuliskan catatan harian wacana emosi dan perasaan mereka, dan Erin membaca serta menangkap emosi yang mereka lalui. Menumbuhkan semangat mencar ilmu dan mendamaikan antar ras tidaklah gampang, tTerlebih rin berjuang sendiri. Sering berjalannya waktu dengan segala tata cara yang dibuat Erin hingga kunjungan ke penyintas Holocaust, murine-muridnya mampu berdamai. Me Before You Sudah ku bilang sebelumnya, saya suka genre romance namun yang super duka hingga meluluhlantahkan air mata, hahaha. Mungkin sebab aku memang tipikal orangyang se- mellow itu, lebih suka cerita yang menghidangkan kisah cinta mendalam dan sarat pengorbanan tapi lapang dada alih-alih cerita cinta yang cuma mencecap rasa manis namun kurang mangeras emosi. Me Before You menjadi salah satu film yang bisa memproduksi puluhan tissue sebab ketulusan cinta yang rampung menyedihkan. Seorang gadis muda, Louisa melakukan pekerjaan untuk mengorganisir laki-laki, Will, Ia kaya sukses tetapi difabel alasannya kecelakaan. Mulanya Will adalah sosok yang kaku dan tidak antusiaslenjalani hari-harinya. Namun keceriaan dan ketulusan Louisa mengubah semuanya, Ia menjadi eksklusif yang hangat dan perlahan menaruh hati pada Louisa, pun demikian dengan Loiusa. Sayangnya Louisa, telah memiliki kekasih. Namun, salah satu scene yang menggelitik emosi adalah, Will lebih mengenal Louisa dibandingnya kekasihnya, mungkin inikah ketulusan cinta? Sayangnya, di kesudahannya kisah Will menentukan untuk melaksanakan semacam anestesi (CMMIW, semacam bunuh diri dengan prosedur kesehatan), karena dirima tidak ingin melanjutkan hidup sebagai seorang difabel.  Five Feet Apart Melihat trailer film ini sebelum tayang di bioskop, telah menjadi kehehoban tersendiri buat aku dan Rance, salah satu sobat yang pernah kuceritakan juga dalam sesi "30 Hari Menulis Cerita" . Dan aku sudah membuat janji untuk ponton bersamadi Bioskop Megaria, Cikini. Kamu tahu apa yang terjadi di dalam bioskop? Kami menangissss, dan keluar pintu bioskop mata kami sudah super sembab! Hahahah. Kami menangis, kami duka, namun kami mampu tertawa dan meluapkan emosi senang bareng . Film Five Feet Apart, mengisahkan asmara muda-mudi yang mempunyai penyakit langka, dan mereka harus mempertahankan jarak sejauh lima langkah. Di awal pertemuan mereka di RS, mereka saling berseteru, tetapi akhirnya benih-benih cinta itu pun berkembang dan menguat sampai selesai hayatnya. Bayangkan, kita mencintai seseorang tetapi kita tidak bisa memegang tanggannya, mendekapnya, membelai rambutnya? Tapi mereka bisa melalui itu semua. Bahkan mereka bergandengan tangan memakai tongkat kayu.  Goblin Series ini paling epic sepanjang hidup, aku nonton series Goblin lebih dari lima kali! Bayangkan! Series ini berkisah wacana seorang anak yang diselamatkan dari akhir hayat alasannya adalah Goblin hingga alhasil Ia mampu melihat dan berkomunikasi dengan hantu. Hidupnya pun sengsara selama tinggal bersama bibinya. Di saat remaja, Ia berjumpa dengan Goblin dan menjadi "pengantin Goblin." Scene yang paling mengoyak-ngoyak hati dan perasaan buat ku ketika Ji Eun Tak kehilangan memorinya, tetapi di bawah hujan deras, Ia menangis meronta-ronta, terasa sakit yang mendalam, sebetulnya sebab Ia sungguh merindukan Goblin. Di sini, terasa rasa cinta yang tulus dan mendalam, meskipun terpendam jauh di dalam memori, masih saja terbayang, teringat dan rasa sakit memendam kerinduan itu konkret. It's Okay Not to be Okay Sesungguhnya saya telah pernah menuliskan cerita dan lesson learned yang saya ambil dari s eries It's Okay not to be Okay sebelumnya. Dan memang cerita series ini sangat edukatif dan buatku sungguh relate dengan kondisi sekarang ini yang aku alami. Di mana semakin sampaumur, kita mengetahui kita memiliki kebutuhan pasangan dan keluarga. Tidak melulu soal romansa, tetapi lebih terhadap pasangan untuk berbagi kisah, menyebarkan beban, sampai saling menguatkan dalam hidup.  Di episode-episode terakhir emosi sungguh terkoyah-koyak saat Kang Tae Min, sosok abang yang difabel memperlihatkan perhatian dan kehangatan yang tulis kepada Ko Munyeong. Terkadang, hal-hal baik memang datang dari orang yang tidak kita sangka-sangka. Selain itu, bagiamana Gang Tae Min dan Koo Munyeong selaku sosok tough outside, fragile inside bisa membuka diri satu sama lain dan saling menguatkan. Buatku pertemuan-konferensi dengan sosok-sosok tepat seperti inilah yang bisa melengkapi hidup kita. Hingga, saya terus mencerminkan kuote menawan dari series ini. Tidak apa-apa dua orang lemah bersatu, mereka akan saling menguatkan satu sama lain untuk bertahan hidup alih-alih (tidak mampu) bertahan hidup sendiri dalam kekurangan.
Sumber https://siti-wulandari.blogspot.com

Comments