Instrumen Peta Mutu Sekolah Dasar 2019
Apa peta kualitas itu?
Sahabat guru dan kepala sekolah serta stakeholder lain niscaya sudah mengenal betul apa itu peta kualitas. Peta Mutu merupakan gambaran hasil dari suatu proses pemetaan kualitas sebuah forum atau sekolah apakah sekolah tersebut telah bisa mencapai pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP) atau belum. Pemetaan kualitas sendiri adalah merupakan proses terkait acara pengumpulan, pembuatan, analisis data dan informasi wacana capaian pemenuhan persyaratan nasional pendidikan dari mulai tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
Disisi lain pemetaan mutu mampu menawarkan gambaran terhadap banyak sekali pemangku kepentingan tentang capaian pemenuhan tolok ukur nasional pendidikan. Bagaimanapun hal ini penting dikerjakan sebab semua pihak pemangku kepentingan memiliki andil yang sungguh besar terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Berdasarkan pengalaman di banyak forum bahwa rata-rata susah mencapai tolok ukur mengingat instrumennya menampung hal-hal yang merepotkan dipenuhi lembaga, misalnya tolok ukur pembiayaan, patokan PTK,
dan patokan sarana dan prasarana. Ketiga hal tersebut menjadi pemberat bagi tercapainya SNP oleh forum meningingat pemenuhan ketiganya ialah ranah pemerintah. Beberapa hal yang mampu mungkin mampu dipenuhi forum contohnya tolok ukur kompetensi lulusan, persyaratan isi, kriteria proses, patokan evaluasi, dan patokan pengelolaan.
Bagaimana sobat guru dan KS, masih kepincut dengan ulasan ini? Mari kita lanjutkan.
Mengapa pemetaan kualitas perlu sekali dilaksanakan?
Pemetaan mutu perupakan tahapan dari proses penjaminan kualitas dan ini ialah bab
tak baik oleh pihak internal maupun eksternal. terpisahkan dari sebuah tahapan pemenuhan kualitas. Kondisi forum akan dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dengan membaca peta kualitas yang dituangkan dalam Rapor Mutu. Disinilah potret forum akan dimengerti. Pemetaan mutu juga dianggap penting dijalankan alasannya disinyalir bisa menghasilkan peta mutu pendidikan yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah, pemerintahdaerah, dan pemerintah selaku teladan dalam perencanaan perbaikan dan kenaikan kualitas pendidikan sesuai kewenangan masing-masing.
Bagaimana pemetaan kualitas dikerjakan?
Pemetaan kualitas dijalankan dalam bentuk aktivitas mengisi format dengan mengacu pada patokan nasional pendidikan dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Pengembangan Instrumen dan alur pengembangannya mampu dilihat pada gambar 2 dan 3.
.
Gambar 3: Alur Pemetaan Mutu
Aktivitas pemetaan dilakukan dengan mencocokan capaian kualitas tahun 2018 dengan kondisi konkret terkini. Standar nasional pendidikan dijabarkan dalam bentuk indikator mutu dan sub-indikator kualitas. Variabel pertanyaan dalam instrumen dibangun dari sub-indikator kualitas dan didentifikasi sumber data dan gosip yang mendukung.
Siapa Pihak yang Terlibat?
Pihak yang terlibat dalam pemetaan mutu yaitu:
1. Kepala sekolah
2. Perwakilan guru
- minimal 1 guru per tingkat kelas untuk Sekolah Dasar
- sekurang-kurangnya1 guru pendidikan agama serta pendidikan jasmani dan kesehatan pada SD
- total perwakilan guru sekurang-kurangnya8 - 10 guru
3. Perwakilan siswa, dengan ketentuan:
- minimal 5 siswa per tingkat kelas (siswa SD cuma untuk kelas 4 – 6).
- total perwakilan siswa sekurang-kurangnya15 siswa tiap sekolah.
4. Perwakilan komite sekolah
- sekurang-kurangnya1 orang perwakilan pimpinan komite
- minimal 2 orang perwakilan orangtua siswa
5. Pengawas yang ialah pengawas pembina/manajerial
6. Petugas pemetaan mutu atau operator DAPODIK
7. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
dibantu oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan
Dimana pemetaan dikerjakan?
Pemetaan kualitas dapat dikerjakan melalui:
- Pemetaan kualitas dilakukan di sekolah melalui acara Evaluasi Diri Sekolah.
- Pemetaan kualitas pada level kewilayahan dijalankan oleh pemerintah tempat dan pusat dengan mengumpulkan
hasil evaluasi diri sekolah melalui instrumen pemetaan kualitas yang dikembangkan oleh pemerintah pusat
dengan bantuan aplikasi pengumpulan data terpadu berbasis komputer yang ada di sekolah (DAPODIK)
dan diantarke metode informasi mutu pendidikan.
- Pengolahan dan penyajian hasil pemetaan kualitas dijalankan oleh metode berita milik Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan
Kapan pemetaan mutu dikerjakan?
- Pengumpulan data dan info dikerjakan selama kurang lebih 4 bulan (Juni – September).
- Peta kualitas pendidikan sebagai hasil pengolahan data dan info yang dihimpun dilaksanakan dan
disajikan pada metode berita kualitas pendidikan sesudah proses pengumpulan data dan berita akhir.
Perangkat Instrumen Mutu dapat download di sini.
Instrumen Mutu format excel dapat download di sini. Sumber https://www.mbahguru.co.id/
Comments
Post a Comment