Ini Perbedaan Kurikulum 2013 dan KTSP 2006 (semoga gak gagal paham…)
Lewat pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan yang memastikan bahwa Kurikulum 2013 tidak boleh sedangkan ketika ini kembali kepada Kurikulum KTSP tahun 2006. Kebijakan ini pasti mengakibatkan pro dan kontra di golongan penduduk terlebih juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh yang menginisiasi Kurikulum 2013. Nah agar kita lebih bijak mari kita lihat Perbedaan Kurikulum 2013 dan KTSP 2006 berikut.
Perbedaan Kurikulum 2013 dan KTSP 2006
Berikut ini ialah perbedaan kurikulum 2013 dan KTSP :
A. Perbedaan lazimnya
C. Di tinjau dari penilaiannya
Kurikulum 2006 memuat sejumlah permasalahan diantaranya :
D. Di tinjau dari esensialnya
Kurikulum 2013
Lewat pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan yang memastikan bahwa Kurikulum 2013 tidak boleh sedangkan ketika ini kembali kepada Kurikulum KTSP tahun 2006. Kebijakan ini pasti mengakibatkan pro dan kontra di golongan penduduk terlebih juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh yang menginisiasi Kurikulum 2013. Nah agar kita lebih bijak mari kita lihat Perbedaan Kurikulum 2013 dan KTSP 2006 berikut.
Perbedaan Kurikulum 2013 dan KTSP 2006
- Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Bab 1 Pasal 1 Ayat (15) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah “Kurikulum operasional yang disusun oleh dan dijalankan di masing-masing satuan pendidikan.” KTSP ialah penyempurnaan dari kurikulum 2004 (KBK) ialah kurikulum operasional yang disusun dan dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan atau sekolah (Muslich, 2007:17).
- Kurikulum 2013 sudah diimplementasikan pada tahun pelajaran 2013/2014 pada sekolah-sekolah tertentu (terbatas). Kurikulum 2013 diluncurkan secara resmi pada tanggal 15 Juli 2013. Sesuatu yang baru pasti mempunyai perbedaan dengan yang usang. Begitu pula kurikulum 2013 mempunyai perbedaan dengan KTSP.
Berikut ini ialah perbedaan kurikulum 2013 dan KTSP :
A. Perbedaan lazimnya
- K13 SKL (Standar Kompetensi Lulusan) diputuskan apalagi dahulu, melalui Permendikbud No 54 Tahun 2013. Setelah itu baru ditentukan Standar Isi, yang bebentuk Kerangka Dasar Kurikulum, yang dituangkan dalam Permendikbud No 67, 68, 69, dan 70 Tahun 2013 sedangkan KTSP Standar Isi ditentukan terlebih dahulu melaui Permendiknas No 22 Tahun 2006. Setelah itu ditentukan SKL (Standar Kompetensi Lulusan) melalui Permendiknas No 23 Tahun 2006.
- K13 Aspek kompetensi lulusan ada keseimbangan soft skills dan hard skills yang mencakup faktor kompetensi perilaku, keterampilan, dan pengetahuan sedangkan KTSP lebih menekankan pada faktor pengetahuan
- K13 di jenjang SD Tematik Terpadu untuk kelas I-VI sedangkan KTSP di jenjang SD Tematik Terpadu untuk kelas I-III
- K13 Jumlah jam pelajaran per ahad lebih banyak dan jumlah mata pelajaran lebih minim dibanding KTSP sedangkan KTSP Jumlah jam pelajaran lebih sedikit dan jumlah mata pelajaran lebih banyak dibanding Kurikulum 2013
- K 13 Proses pembelajaran setiap tema di jenjang Sekolah Dasar dan semua mata pelajaran di jenjang SMP/Sekolah Menengan Atas/Sekolah Menengah kejuruan dikerjakan dengan pendekatan ilmiah (saintific approach), adalah patokan proses dalam pembelajaran berisikan Mengamati, Menanya, Mengolah, Menyajikan, Menyimpulkan, dan Mencipta sedangkan KTSP Standar proses dalam pembelajaran terdiri dari Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi
- K13 Pramuka menjadi ekstrakuler wajib seangkan KTSP Pramuka bukan ekstrakurikuler wajib dll
- Pada KTSP proses pembelajaran yang lebih dominan adalah aspek kognitif, psikomotor, dan afektif, sedangkan pada kurikulum 2013 dalam proses mencar ilmu mengajar nantinya yang lebih dominan yakni afektif, psikomotor, gres kognitif. Artinya siswa dalam proses lebih menonjolkan afektif dan psikomotornya.
- Kurikulum 2013 sungguh menekankan penyeimbangan antara aspek kognitif (intelektual), psikomotorik (gerak) dan afektif (perilaku). Berbeda dengan KTSP 2006 yang pada tahap implemntasinya cenderung lebih konsentrasi pada faktor kognitifnya
- Aspek standar isi. Jumlah mata pelajaran yang ada di dalam setiap jenjang di kurikulum 2013 berkurang. Contoh: untuk sekolah dasar yang mulanya 10 menjadi 6 mata pelajaran, namun esensi yang diperlukan dari setiap pembelajaran tetap ada, sehingga cara yang dipakai didalam kurikulum 2013 yaitu integrasi beberapa pelajaran ke pelajaran lain. Integrasi ini disebut pembelajaran tematik. Pengurangan jumlah pelajaran pada kurikulum 2013 namun dmikian berimbas pada penambahan waktu belajar. Untuk tingkat sekolah dasar penambhan 4 jam dalam 1 minggu.
- Standar proses pemebelajaran. Perubahan yang signifikan terjadi pada penedekatan pembelajaran yang dilakukan. Pembelajaran yang pada awalnya menggunkan pendekatan behaviorisme dan kognitifisme, sekarang mulai bergeser menuju kedekatan konstrutivisme. Hal ini akan berimbas pada guru di kelas yang pada mulanya cenderung menggunkan guru selaku sumber pembelajaran (teacher-centered leaning), menjadi siswa dan lingkungannya sebagai sumber (student-centered leaning).
- Perubahan tolok ukur penilaian. Pada kurikulum KTSP 2006 evaluasi yang dilakukan cenderung menggunakan penilaian final tanpa ada penilaian pada proses pembelajaran. Pada kurikulum gres ini, evaluasi akan di proses mencar ilmu turut dimasukan. Nantinya akan ada penilaian forfolio terhadap forfolio kepada pribadi siswa.
C. Di tinjau dari penilaiannya
Kurikulum 2006 memuat sejumlah permasalahan diantaranya :
- Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetisi sesuai tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.
- Kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan dan pengetahuan.
- Beberapa kompetensi yang diharapkan sesuai dengan perkembangan keperluan (misalnya pendidikan aksara, metodologi, pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skill, kewirausahaan), belum terakomodasi didalam kurikulum.
- Kurikulum belum peka dan jawaban terhadap pergeseran sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional maupun global.
- Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pengajaran yang rinci sehingga membuka potensi penafsiran yang beragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru.
- Standar penilaian belum mengarahkan pada evaluasi berbasis pada kompetensi (proses dan hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berskala.
- Dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menjadikan multi tafsir.
- Pada kurikulum 2013 tantangan era depan yang dihadapi ialah arus globalisasi, masalah lingkungan hidup, perkembangan teknologi gosip, konfergensi ilmu dan teknologi, dan ekonomi berbasis pengetahuan.
- Kompetensi periode depan ialah meliputi kemampuan berkomunikasi, kemapuan berfikir jernih dan kritis, kemampuan menimbang-nimbang sisi moral sebuah persoalan kesanggupan menjadi warga negara yang efektif, dan kemampuan mencoba untuk mengetahui dan toleran terhadap pandangan yang berlawanan.
- Fenomena sosial yang mengemukakan mirip pertengkaran pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisme, kecurangan dalm aneka macam jenis cobaan, dan kejolak sosial.
- Persepsi publik yang menilai pendidikan selama ini terlalu menitikberatkan pada faktor kognitif, beban siswa yang terlalu berat dan bermuatan karakter.
D. Di tinjau dari esensialnya
Kurikulum 2013
- Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi (perilaku, wawasan, keterampilan)
- Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan mempunyai kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas.
- Bahasa Indonesia sebagai penghela maple lain (perilaku dan keterampilan bahasa)
- Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang sama (saintifik) lewat memperhatikan, menanya, menjajal , menalar, dll
- Bermacam jenis konten pembelajaran di ajarkan terkait dan terpadu satu sama lain (cross curriculum atau integrated curriculum ), konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan dijadikan penggerak konten pembelajaran yang lain.
- Tematik integratif untuk kelas I – IV Sekolah Dasar
- TIK ialah sarana pembelajaran, dipergunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain.
- Bahasa Indonesia selaku alat komunikasi dan carrier of knowledge
- Mata pelajaran tertentu mendukung kompetensi tertentu
- Mata pelajaran dirancang berdiri sendiri dan mempunyai kompetensi dasar sendiri
- Bahasa Indonesia sejajar dengan maple lain
- Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan berbeda
- Tiap jenis konten pembelajaran diajarkan terpisah (separated curriculum)
- Tematik untuk kelas I – III Sekolah Dasar (belum terintegratif)
- TIK yakni mata pelajaran sendiri
Comments
Post a Comment