Single And Happy? Be It!

Kamu masih single? Kapan nikah? Kapan nih undangannya? Ahhh serentetan pertanyaan yang telah mampu terdengar di telingaku! Sampai ada titik dimana, (saya merasa) pertanyaan itu sudah mulai menyinggung dan mengganggu ranah privat ku. Mungkin, kamu yang sedang membaca tulisan ini, juga mencicipi suasana serupa? Tenang! Kamu engga sendiri! Semoga beragam insight bertemakan "Single & Happy" dari 30 Hari Menulis Cerita KUBBU BPJ bisa menjadi penyemangat dan penguat bagi kita, hingga menjadi pemicu bagi kita to be high quality single! Btw, saya ingin menceritakan satu momen menyebalkan yang masih ku ingat hingga kini, hari itu, 17 Juli 2020, momen di mana aku masih gelagapan dengan usia yang baru, penghujung 20-an. Seorang yang cukup dituakan di lingkungan saya tinggal, menanyakan hal itu "tahun depan nih (baca: nikahnya)?" di hadapan banyak orang, yang ditimpali dengan canda tawa serasa "olokan", bagiku. Aku baru sadar, semenjak hari itu emosiku kian tak menentu. Orang-orang tak tahu hari-hariku, emosiku, beban keluarga yang kupanggul, kebutuhan psikologisku. Momen ini menjadi titik paling rendah keduaku sehabis drama hidup akhir 2017 silam. Beruntungnya aku mempunyai sobat, dan sahabat kisah yang selalu ada untuk bertukar kisah perihal problem-permasalahan pribadi. Bersama QQ, kami selalu merefleksikan hidup dan setiap ups and down life cycle kami. Semesta memang baik ya, di dikala ups and down kami di usia yang tak lagi muda dan masih menyandang status single, dengan segala jenis problematika our social life , kami menemukan tayangan yang menguatkan dan menyadarkan kami untuk mengamati our mental health, It's Okay Not to be Okay.   Hingga kesannya kami setuju bahwa, kita perlu mementingkan dan memprioritaskan kesehatan mental kita, alih-alih to be yes women dan mengabaikan kondisi psikologis kita. Let's appreciate our self, love our self. It's kind of my mantra in the middle of my consciousness.  Ignore negative vibes around! And be happy for yourself! Then what I do to be happy and improve my quality to be high quality single? This is several things I do, make yours! Melanjutkan Studi Saat ini, sehabis lima tahun vakum dari dunia perkuliahan akibatnya saya melanjutkan lagi studi Magister Komunikasi Korporat di Universitas Paramadina. Sejak dahulu, aku memang berniat menambah wawasan dan insight seputar dunia komunikasi dan kebetulan dunia pekerjaanku relate dengan dunia komunikasi. Setelah dua semester berlalu, saya bisa menambah pertemanan dan koneksi, wawasan dan insight baru seputar branding, network propaganda, social network analysis dan topik-topik menarik yang lain. Perjuangan studi makin berat di depan mata, be tough girl! Meningkatkan Skill dan Wawasan Aku juga sungguh beruntung memiliki sobat-sobat dan teman yang acap kali menyebarkan positive vibes. Rance, salah satu sahabat yang senantiasa mengembangkan insight baru untuk meningkatkan mutu diri. Bersamanya kami sering bertukar fikiran tentang goals, life rencana, financial planning, sampai penyusuan diagram tolok ukur pasangan. Rance anak yang konseptual sekali memang! Bahkan hari ini, hari keenam "30 Hari Menulis Cerita bersama KUBBU BPJ" ia mengirimkan buku "The Lovable Lady Formula" karya Jet Veetlev, Kei Savourie dan Lex dePraxis. Bahkan, Ia memperlihatkan tantangan untuk membaca buku ini bareng dan membagikan masing-masing insight kami atas argumentasi penulis tentang cara-cara menarik pria dan menyebabkan sosok diri yang memesona. Hahahha, challenging sekali memang hadiah hari ini! Nantikan perdebatannya di Collaboration Podcast ya! Membahagiakan Orang Tua Salah satu prioritas ku dikala ini ya membahagiakan orang bau tanah dan memenuhi segala kebutuhan dan hal-hal yang memang ingin dijalankan mereka di rumah. Alhamdulillah kedua orang bau tanah ku masih sehat, meskipun usianya sudah senja. Bapak kini berusia 80-an dan mamak berusia 60-an. Saat ini mereka tinggal di desa dan mengurus sawah dan hewan ternak. Bisa dibilang saya ialah tulang punggung keluarga, buat Bapak dan Mamak ya! Karena Kakak dan Adikku telah menikah dan telah memiliki keluarga masing-masing. Bersama Mamak, Bapak, dan Kakak Menyiapkan Masa Depan: Aset dan Properti Aku telah mengenal aliran financial planning secara tidak eksklusif semenjak dini, dari mamakku. Sejak kecil saya diajari untuk berbelanja emas, tanah atau properti sebagai bekal masa depan. Alhamdulillah, sedikit demi sedikit aku bisa membekali diri untuk abad depan. Terimakasih buat mamak! Sosok tangguh di keluarga! Asal kamu tahu, mamakku tidak sekolah dan tidak bisa baca tulis sama sekali! Tapi, dia cerdas dan arif mengontrol keuangan. Dialah orang yang dengan gigih menetapkan sasaran ketiga anaknya harus sekolah dan berpendidikan tinggi! Aku bisa menjadi wulan seperti semarang ya karena tangan mamakku. Salute! View this post on Instagram Haeee, lihat lisan polos plus seneng mamakku, foto bareng di sawah 👻👻👻 . Rutinitas pulang setahun sekali tuh pengajian, Idulfitri-an, dialog wejangan-wejangan tiap ketika, tilik sawah, wes ngono terus 🤣🤣🤣 . What a quality time once a year! A post shared by Wulan (@hallowulandari) on Jun 6, 2019 at 10:28pm PDT Re-Connecting Friends Memang terasa sekali ya kian remaja usia, lingkaran pertemanan kita kian menyempit. Dan aku tidak akan menyia-nyiakan bulat pertemanan yang bertahan hingga saat ini. BaÅŸkan aku sempat menuliskan my five source happiness, empat dari lima bahkan melibatkan pertemanan, persahabatan! Terasa bukan pentingnya teman dan teman dalam kehidupan dan membangun kebahagiaan kita? It doesn't matter if you are single, as long as you are happy! “If you want to be happy, be.” - Leo Tolstoy. View this post on Instagram “If you want to be happy, be.” Leo Tolstoy. Let’s be happy ••• 📷 @maadriand ... #happy #happiness #travel #citytrip #traveler #traveling #travelgram #instatravel #smile #like #follow A post shared by Wulan (@hallowulandari) on Apr 6, 2019 at 6:22am PDT
Sumber https://siti-wulandari.blogspot.com

Comments