Ada suatu berita yang gres saja saya baca di tribunnews.com yang membuat aku emosi. Kesal, betul-betul kesal, tangan mengepal dan sekaligus miris mengetahui soal berita tersebut.
Berita tersebut yaitu gosip ihwal penamparan yang dilaksanakan oleh oknum dosen di suatu universitas yang ada di kota Makassar. Makara itu dosen laki-laki dan menampar seorang mahasiswi ketika dosen tersebut sedang mengajar. Hal itu terjadi cuma sebab si mahasiswi sedang memegang handphone miliknya.
Oke mungkin hingga sini sobat ada yang merasa bahwa mahasiswi tersebut juga salah, tidak sob. Saya akan jelaskan kronologinya berdasarkan informasi yang aku baca di Tribun.
Kronologi Dosen Tampar Mahasiswi
Jadi ada seorang dosen, sebut saja si A. Dia tuh hendak mengajar disebuah kelas dan yang beliau asuh tersebut mahasiswa dan mahasiswi angkatan 2019. Kaprikornus masih maba lah sob.
Kebiasaan si A ini ia senantiasa menginformasikan kepada seluruh mahasiswa yang hendak beliau ajar untuk menonaktifkan handphonenya masing-masing. Hal tersebut dikerjakan semoga mempertahankan kegiatan berguru-mengajar tetap berjalan secara tenteram dan aman. Okelah kalau soal itu saya setuju.
Eh tetapi apesnya si mahasiswi yang kita sebut saja si N. Si N ini terlambat sob buat menonaktifkan handphonenya. Makara saat beliau hendak menonaktifkan handphonenya, tiba-datang saja dia ditampar oleh si A itu. Kelewatan banget dah tuh, main tampar anak orang saja cuma sebab beliau melihat si N megang hape.
Padahal si N itu mau menonaktifkan handphonenya, bukan untuk dipakai bermain game atau ngechat mantan. Kasar banget dah.
Memang sih si A itu menampar si N tidak pribadi menggunakan tangan, melainkan menggunakan 6 lembar kertas. Tapi dikala ditamparkan pada tampang si N, itu kertas sempat tentang bola matanya dan mengakibatkan luka. Lagipula meski tidak luka juga pastilah ada rasa stress berat yang dicicipi oleh si N.
Kabarnya si A tersebut diberikan hukuman berupa penonaktifan mengajar. Ya lagipula siapa juga mahasiswa yang hendak mau diajar lagi oleh oknum dosen yang seperti itu. Kabarnya itu bukan yang pertama dan si A mempunyai catatan yang jelek terkait dalam hal mengajar di kampus tersebut, waduhh.
Saya berharap yang mirip ini tidak ada lagi. Jangan asal main nampar saja, tunjukkan etika yang baik, toh si A ialah orang yang berpendidikan, sebaiknya tidak mirip itu.
Mohon maaf sob aku menulis ini dengan rasa agak emosi. Ya bagaimana tidak coba? Sobat juga niscaya emosi kan?. Ya silahkan teman ambil positifnya dari goresan pena ini, biar berguna dan sampai jumpa.
Oh ya untuk lengkapnya silahkan baca beritanya disini.
Wassalamualaikum...
Comments
Post a Comment