Sasaran : Berlari Tiga Kali Sepekan, Mencoba Berkala Berlari Lagi

Assalamualaikum...

Belakangan ini keseharianku cuma diisi dengan membaca buku ataupun postingan di internet, duduk sambil menonton televisi, dan sesekali keluar untuk bermain bersama kawan semasa SMK-ku dahulu. Aku memiliki banyak waktu luang, namun entah kenapa belakangan ini Aku malas untuk melaksanakan olahraga lari.



Ya, Aku mulai diserang rasa malas yang besar dikala tiba waktu dimana Aku mesti melakukan olahraga lari. Terkadang Aku berencana di malam hari untuk berlari pada esok pagi, tetapi ketika pagi telah tiba dan separuh diriku mulai menagih niatku semalam, separuh diriku yang lainnya justru berkata tidak untuk berlari, dan ya separuh diriku yang lainnya tersebut sukses menang.

Aku mampu mempunyai perasaan semangat yang sungguh menggebu-gebu saat berniat lari dan acap kali semangat yang sungguh besar itu mampu hilang dalam sekejap dikala waktu untuk menunaikan niatku tersebut telah tiba. Apa mungkin hal tersebut yaitu pertanda bahwa Aku ini yaitu orang yang malas? atau baru akan menjadi orang yang malas?.

Jika Aku memundurkan waktu, rasanya mustahil bila Aku dikatakan pemalas, apalagi dalam persoalan berolahraga. Sebelum berlomba di event Betadine Retro Run saja Aku sempat berlari lima kilometer di tiap harinya, jadi apakah Aku mampu dikatakan pemalas?.

Tetapi Aku berpikir bahwa tidak semestinya Aku mengungkit peristiwa yang sudah-sudah, toh buktinya sekarang ini Aku mulai jarang berlari lagi. Tentu itu semua alasannya rasa malas yang ada di diriku. Jujur saja, ketika Aku berencana untuk berlari di esok pagi, pada malamnya Aku sudah menggunakan celana pendek khusus untuk Aku pakai berlari. Namun, itu tidak menjadi penentu Aku berlari atau tidak di esok paginya.

Aku tahu, mampu dikatakan Aku sangat tahu perihal manfaat apa saja yang akan kudapat jikalau Aku berlari. Aku bahkan tahu jikalau Aku sudah usang tidak melaksanakan lari dan dikemudian hari Aku mencoba berlari kembali, tubuhku pun akan mencoba mengikuti keadaan lagi dan itu menyebabkan kemampuan lariku menurun secara drastis, atau bisa dibilang kembali ke awal lagi.

Mencoba Rutin Berlari Lagi


Kali ini Aku mulai berpikir untuk menjajal kembali rutin dalam melaksanakan olahraga lari. Tentu ini bukan merupakan pekerjaan yang gampang bagiku, karena sudah niscaya Aku harus berperang melawan separuh diriku lagi yang terserang rasa malas itu. Aku berharap supaya diriku yang separuhnya lainnya itu mampu tertular virus berlari lagi seperti dahulu.

Aku mencoba berlari lagi pada pagi itu, tepatnya di hari Selasa. Memang pada malam sebelumnya Aku sudah berniat untuk berlari di Selasa pagi, tetapi karena di pagi harinya Aku terbangun dengan rasa sakit di pinggulku, Aku urungkan niat berlari pada saat itu juga.

Namun, di pagi itu Aku menerima suatu chat dari Kekasihku, yang isinya ia menanyakan apakah Aku akan berlari di pagi ini atau tidak. Ia bertanya begitu sebab ingin mengawalsembari ikut menikmati sinar matahari dengan berjalan mengelilingi lapangan rumput Prima.

Karena Aku masih merasakan sakit di bagian pinggul dan pasti rasa malas masih menyelimuti diriku di pagi itu, lantas Aku menjawab pertanyaannya dengan kata "tidak". Tetapi, beberapa menit lalu Aku berpikir bahwa tidak semestinya Aku berkata demikian. Jujur saja, Kekasihku tergolong malas jika Aku ajak berolahraga dan pada pagi itu justru dia yang mengajukan pertanyaan dan mengajakku, mungkin saja jawabanku itu mengecewakannya.

Aku terburu-buru mengambil ponsel pintarku kembali yang sebelumnya sempatku letakkan di sofa sehabis menjawab chat Kekasihku. Aku berkata bahwa lari pagi ini jadi dan pada akhirnya Aku lari pagi bersamanya di lapangan Prima.

Semenjak ketika itu Aku mulai mempertimbangkan planning untuk berlari rutin mirip dahulu lagi. Aku bahu-membahu juga ragu apakah Aku mampu atau tidak, namun tidak ada salahnya untuk menjajal . Aku akan mulai mencoba dengan target minimal tiga kali dalam sepekan, boleh lebih. Semoga saja targetku ini bisa tercapai atau kalau sebuah dikala saya telah merasa besar lengan berkuasa, bisa saja aku berlari sekurang-kurangnyalima kali dalam seminggu.

Sebaiknya jangan memikirkan target berikutnya dulu, Aku akan mencoba untuk fokus sasaran yang pertama ini, lari sekurang-kurangnyatiga kali dalam sepekan dan boleh lebih.

Kendala di Kemudian Hari


Kendala itu pasti saja ada, termasuk dalam permasalahan kesepakatan melaksanakan olahraga lari secara berkala . Hari senin tanggal 17 nanti Aku sudah mulai masuk kuliah mirip lazimlagi, yang memiliki arti bahwa Aku akan lebih banyak menghabiskan waktu dalam sehari di kampus. Itulah kendalanya.

Jika Aku masuk kuliah pagi sekitar pukul tujuh lewat tiga puluh menit, telah ditentukan Aku tidak mampu berlari pagi. Karena waktu untukku berlari pagi yakni sekitar pukul enam, sedangkan bila Aku masuk setengah delapan pagi maka jam enam ialah waktuku untuk mandi dan sarapan.

Dan jikalau Aku pulang kuliah pukul tiga sore dan pada saat itu Aku belum makan siang sudah ditentukan Aku tidak akan berlari. Karena Aku tak inginberlari dalam perut kosong, nanti tidak akan optimal berlarinya.

Aku tidak biasa melaksanakan olahraga lari antara pukul empat pagi mirip yang sering dilakukan oleh Eka Wira. Aku sungguh takjub padanya, alasannya beliau senantiasa meluangkan waktu untuk berolahraga dan menjaga kebugaran tubuhnya. Bahkan di usia yang tak lagi muda, Beliau memiliki bentuk badan yang sungguh atletis, dan itu adalah bonus dari latihan kerasnya selama ini.

Terlepas dari adanya hambatan yang hendak kuhadapi nantinya. Aku merasa optimis mampu meraih target berlariku adalah tiga kali dalam seminggu. Di hari Sabtu dan Minggu tidak ada jam kuliah, jadi Aku bisa pergunakan dua hari itu untuk berlari, dan hanya sisa satu kali lari lagi yang mesti Aku lakukan di hari biasa.

Aku berharap dengan ini agar Aku mampu berkala melaksanakan olahraga lari lagi.

Wassalamualaikum...

Sumber https://porslinsamatoren.blogspot.com

Comments